Fokuslah demi Sebuah Produktivitas dan Keberhasilan

Tiga tahun lalu saya  mencoba untuk memperluas pergaulan dengan bergabung dalam satu komunitas. Waktu itu pilihan jatuh pada  komunitas menulis, yang beranggotakan para perempuan dari berbagai latar belakang. Mengingat saya juga menggemari bahkan ingin fokus dengan kegiatan ini.
Berbagai keseruan saya dapatkan. Termasuk mengenal beberapa anggotanya dengan lebih dekat untuk berbagi pengalaman dan ilmu. Termasuk dari salah satu sahabat dekat yang satu ini.
Masih berusia muda, berparas cantik,  dan dari obrolan di grup komunitas terlihat ia sangat aktif menulis. Bahkan sering sekali memenangkan lomba menulis. Buku hasil karya pertamanya  sudah terbit dan akan segera menyusul buku kedua.  Karena penasaran dengan kesuksesannya, alhasil saya pun mencoba menjalin komunikasi lebih dekat dengannya.
Keramahannya membuat saya betah berlama-lama berbincang dengannya. Singkat cerita akhirnya saya mengetahui bahwa ia dulu adalah seorang karyawati di sebuah instansi perbankan.
Namun karena hati kecil terpanggil untuk lebih mementingkan keluarga, akhirnya ia mengambil keputusan untuk mengakhiri karir di bank tersebut,  dan memulai babak baru sebagai ibu rumah tangga, mengurus suami dan buah hatinya.
Dan ternyata meskipun menjadi ibu rumah tangga, tak membuatnya berdiam diri. Ia terus fokus dan  aktif berkarya melalui bidang yang sangat ia sukai yaitu menulis. Kegiatan menulis ini yang akhirnya  membuatnya menjadi ibu rumah tangga yang cukup produktif, dan otomatis mampu memberinya penghasilan, meskipun mungkin belum setara dengan penghasilannya, ketika dulu berprofesi sebagai karyawati.
Harus ia akui bahwa sekarang kegiatan menulis inilah, yang membuatnya cukup nyaman dengan kondisi saat ini, sambil terus menemani buah hatinya di rumah. Dan dari sinilah saya bisa mengambil pelajaran bahwa kapan saja dimana saja, bahkan sebagai ibu rumah tangga pun,  kita bisa melakukan hal-hal bermanfaat dan menghasilkan. Asalkan fokus dan berusaha keras mewujudkannya. Tanpa alasan!
Inilah yang membuat saya semakin percaya bahwa ketika kita memutuskan sesuatu, pasti ada resiko sekaligus kebaikan,  sebagai pengganti atas apa yang telah hilang karena keputusan tersebut.
Bahkan bagi seorang karyawati ketika ia memutuskan berperan sebagai  ibu rumah tangga, ada kebahagiaan tersendiri di luar materi yang bisa ia dapatkan. Yaitu bisa menjalani hari-harinya,  fokus melayani suami dan merawat buah hati. Suatu kebahagiaan yang tak akan pernah tergantikan oleh apapun di dunia ini.
#Makmoodmenulis2
#tantanganmenulismakmood

Advertisements

Tak Berjodoh

Saya mempunyai seorang teman baik yang sudah dua kali ini tak berjodoh. Bukan dengan seorang wanita, melainkan dengan seekor burung kecil jenis cucak, yang terkenal dengan suara indahnya. 😂
Kisahnya bermula di kantor baru. Di tempat ini saya mengenal  seorang teman,  yang ternyata penggemar berat burung. Kegemarannya ini membuatnya berinisiatif membawa seekor burung ke kantor. Dan jujur saya terhibur karenanya. Kantor serasa penuh warna dengan hadirnya kicauan burung yang indah. Serasa hidup di tengah alam yang hijau dan segar. 
Dan saya sungguh takjub ketika mendengar si teman,  yang menghabiskan begitu banyak uang demi kegemarannya ini. Tak jarang berselisih pendapat dengan sang isteri,  yang merasa hobi suaminya ini tak bermanfaat. Hanya membuang uang saja. Sang isteri selalu berdalih,  jika lebih baik uang itu dipakai untuk membeli pakaian, tas atau sepatu untuknya. Ya, begitulah. Memang pria dan wanita selalu bertolak belakang dalam urusan membelanjakan uang.😂
Dulu pada saat pertama kali menjalankan tugas di kantor ini, burung kecil itu sudah ada di sarangnya. Berwarna hijau dan selalu berkicau dengan nyaringnya. Geli juga ketika mengetahui bahwa burung kecil itu diberi nama “THOR”. Ketika ditanya alasan memberi nama itu, si temn menjawab,  jika saat itu film THOR menjadi box office, dan yang paling mudah diingat.
Beberapa waktu lamanya kicauan si burung kecil THOR mewarnai hari-hari kami. Namun tak terjadi di hari itu. Sebuah ketidak sengajaan membuat kami harus kehilangan THOR. Seperti biasa di jam istirahat si teman memberinya makan dan minum.  Entah  si teman yang  kurang waspada,  ataukah THOR sendiri yang ingin merasakan kebebasan, tiba-tiba saja ketika pintu sangkar terbuka, burung kecil itu seperti memanfaatkan kesempatan. THOR  keluar dari sarangnya, terbang tinggi di angkasa,  dan meninggalkan si teman yang terduduk lemas.  THOR sudah pergi entah kemana. Meninggalkan kisah sedih “THOR Season Pertama.”
Kehilangan Thor Season Pertama tak membuat si teman patah semangat. Setelah kembali mendapat rejeki, lagi-lagi ia membeli burung berjenis sama.  Sekali lagi ia sempat mendapat amarah sang isteri, karena lebih mementingkan membeli seekor burung daripada kebutuhan  lain. Tapi atas nama kegemaran, ia tanggapi itu semua dengan santai.  Burung kecil itu ia namakan “Thor Season Dua.”
Beberapa hari lamanya si burung kecil itu mengeluarkan suaranya yang indah. Senang rasanya membayangkan, seolah-olah berada di alam terbuka, dan jujur sejenak pikiran menjadi sedikit rileks karenanya.
Tetapi keesokan harinya si teman dengan raut muka sedih bercerita. Bahwa Thor Season Dua telah tewas. Dari olah tkp tempatnya bersarang, terlihat tulang belulang  berserakan. Pintu sarangnya patah menjadi beberapa bagian. Menunjukkan bahwa ada seekor hewan lain yang mungkin saja tikus, berusaha masuk dalam sarangnya dengan paksa, dan memangsa burung kecil yang malang itu.
Si teman terheran-heran. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Sebab secara fakta,  sebenarnya tak mungkin seekor tikus bisa merusak pintu sarang, dan memangsa burung kecil itu. Si teman juga sudah berusaha meletakkan sangkar burung itu di tempat yang aman. Akhirnya ia  dengan pasrah berkata “Sepertinya saya tidak berjodoh memelihara burung.” Dalam hati ikut sedih mendengarnya.
Dari kisah Thor tadi, saya belajar tentang satu hal. Dimana ada kalanya kita telah merencanakan banyak hal, menginginkan ini  itu, harus bisa mendapatkan a atau b, namun tak semuanya berjalan mulus. Ada yang memang benar-benar terjadi. Ada pula yang tidak. Ada pula yang terealisasi  tetapi dalam bentuk lain.
Begitulah. Apapun yang terjadi dalam hidup ini,  sepenuhnya merupakan hak dari Yang Mahakuasa. Yang terpenting bukan seberapa banyak keinginan kita terpenuhi. Tetapi sejauh mana kita mampu bersyukur, atas semua pemberiannya. Entah yang benar-benar sesuai dengan keinginan, atau bahkan tidak sama sekali.
Jadi, sudahkah teman-teman bersyukur hari ini?

Kata-kata Motivasi Sang Suami

Sudah hampir delapan tahun ini saya bersuamikan seorang pria pemalu. Maklumlah.  Sejarah masa kecil sedikit banyak mempengaruhi sifat pemalunya tersebut. 
Sudah ditinggalkan oleh sang ayah semasa SMP, membuatnya harus memikul tanggung jawab,  sebagai seorang laki-laki di usia belia, demi menjaga ibu dan dua adik perempuannya. Alhasil ketidak siapannya memikul beban tersebut,  menjadikannya seorang yang pemalu, dan minder dalam bersosialisasi.
Namun, beberapa waktu belakangan ini tiba-tiba saja perilakunya, menurut saya sedikit menampakkan perubahan. Dan satu perubahan yang jelas saya lihat adalah bahwa suami mulai sering memasang status di media sosialnya. Padahal sebelumnya hal tersebut tidak pernah ia lakukan.
Jujur sempat terkejut melihat perubahan perilaku suami. Namun saya pikir ini adalah proses perkembangan dirinya, agar tidak monoton dalam menjalani hidup. 
Lucunya di hari itu saya terkejut. Hari itu suami menuliskan status yang cukup indah di media sosialnya. Bunyinya sebagai berikut :
“Tetaplah manis, meskipun berada di tempat yang pahit, dan tetaplah kecil meskipun telah menjadi besar. Semangat!”
Saya terperangah membaca status tersebut. Anehnya tak hanya saya yang merasakan keindahan kalimat-kalimat itu. 
Ternyata teman-teman suami yang lain juga sangat menyukai status itu. Bahkan ada beberapa teman yang menyarankan, agar status tersebut jangan diganti sampai kapanpun. Hehe.
Ketika ditanya apa yang  menjadi penyebab munculnya status tersebut, suami hanya tersenyum. Secara diplomatis beliau berkata bahwa sebagai manusia,  kita harus pandai bersikap,  dan menempatkan diri dimanapun kita berada.
Namun sejatinya saya mengetahui secara pasti asal mula status tersebut. Semua bermula dari kondisi suami saat ini.
Beberapa waktu lalu suami mendapatkan rezeki berupa kenaikan pangkat,  dan jabatan di tempat kerjanya. Hal inilah yang menjadikannya harus cepat beradaptasi, melakukan penyesuaian di sana sini, termasuk bagaimana caranya, agar terus menambah ilmu,  seiring dengan amanah yang diterimanya.
Tetapi selayaknya suatu perubahan, pastilah hal tersebut tidak mudah untuk dilalui begitu saja. Halangan dan rintangan selalu menyertai proses perubahan itu. Dari sulitnya proses menambah ilmu, serta bagaimana harus bersikap,  dalam bersosialisasi di tempat baru,  dengan personil yang juga baru. 
Tak hanya itu. Godaan setan yang selalu berusaha menggoyahkan keteguhan hati, untuk berperilaku benar,  juga tak luput menyertai proses perubahan ini. Sehingga setiap orang hendaknya harus mawas diri, dan berhati-hati, agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan,  yang pada akhirnya hanya mampu disesali.
Tiba-tiba saja saya merasa perlu,  untuk selalu memberikan semangat pada suami,  agar setiap saat berbuat yang terbaik dalam hidup ini. Memberinya keyakinan bahwa apa yang terjadi padanya,  merupakan anugerah sekaligus ujian hidup. Dan mengajaknya untuk  bersama  menghadapi rintangan,  dan berdoa agar Allah SWT,  selalu memberikan kemudahan dalam setiap langkah hidupnya.
#30harimenulis
#hari2
#onedayonepost

Atasi Kebuntuan dalam Menulis dengan Lima Cara Sederhana Ini

Entah mulai kapan tepatnya, saya mulai suka menulis. Tiba-tiba saja saya sudah mencoba membuat beberapa tulisan, serta bergabung dalam komunitas menulis.
Seiring dengan bergabungnya saya dalam beberapa komunitas menulis, jujur ada banyak ilmu yang didapat. Salah satunya bahwa hanya ada satu cara, untuk membuat tulisan semakin berkualitas. Yaitu terus menulis, menulis dan menulis. Dan tentunya harus dilakukan setiap hari.
Namun ternyata tak mudah mencapai hal tersebut. Untuk bisa menulis setiap hari, tentunya kita harus pandai dalam mencari dan menggali ide, sebagai bahan tulisan. 
Tetapi tak selamanya ide tersebut mudah didapat. Akhirnya kesulitan untuk menghasilkan satu tulisan, yang sering disebut dengan Writer Block. Alhasil ada kalanya timbul rasa malas untuk menulis, akibat tidak menemukan ide tulisan.
Nah, sekarang bagaimana caranya agar bisa menghasilkan tulisan setiap hari? Inilah lima cara sederhana yang  dapat diterapkan. Setidaknya menurut pengalaman saya pribadi.
  1. Melihat. Jika kesulitan mendapatkan ide tulisan di hari itu,  cobalah untuk memanfaatkan panca indera penglihatan. Artinya cobalah untuk melihat kondisi sekitar. Sebagai contoh ketika melihat seekor kucing,  maka kita bisa membuat sebuah tulisan tentang tips merawat kucing,  atau bagaimana memulai bisnis hewan peliharaan,  dan lain-lain.
  2. Memanfaatkan media. Tak hanya melihat kondisi sekitar. Ada kalanya menyimak suatu media, entah elektronik seperti radio dan televisi, bahkan media sosial, terbukti  mampu mendatangkan ide, untuk membuat sebuah tulisan. Katakanlah ketika menyaksikan berita bencana alam, politik atau berita terhangat lainnya. Termasuk berita selebriti dan kehidupannya, bisa dikembangkan menjadi satu tulisan yang cukup menarik.
  3. Mendengar. Ide untuk membuat sebuah tulisan,  bisa juga didapat ketika kita memanfaatkan indera pendengaran. Sebagai contoh ketika seorang teman bercerita,  betapa menyenangkannya acara liburan yang baru saja ia lakukan. Nah, cerita teman tersebut,  dapat kita tuangkan dalam sebuah tulisan, seperti tips berlibur bersama anak, atau tentang destinasi wisata yang dikunjungi si teman. Atau dari curahan hati seseorang, bisa juga menjadi sebuah tulisan motivasi dan inspirasi. Tentu saja jangan sampai terkesan mengumbar aib orang lain ya.
  4. Membaca. Jika mengalami kebuntuan dalam menemukan ide tulisan, cobalah mencari inspirasi dengan banyak membaca. Sebuah bacaan sedikit banyak akan dapat memberikan ide, untuk menjadi tema tulisan. Kita hanya perlu mengembangkan ide yang didapat dari bacaan tersebut,  menjadi tulisan hasil karya kita sendiri. Hanya saja perlu diwaspadai,  jangan sampai tulisan yang kita buat sama persis, dengan bahan bacaan tersebut ya. Itu sama saja dengan kita telah melakukan plagiat terhadap hasil karya orang lain.
  5. Segera menulis. Nah setelah mendapatkan ide untuk menulis, segera tuangkan dalam catatan. Hal ini perlu dilakukan,  agar ide tersebut tidak hilang. Tulis semuanya,  dan jangan berhenti untuk memeriksa ejaan, atau kalimat-kalimat yang tidak efektif. Biarkan saja tulisan mengalir apa adanya. Setelah selesai menulis semua yang ingin dituliskan,  barulah memperbaiki bagian mana yang harus diperbaiki. Dan yakinlah tulisan tersebut cepat selesai, dibandingkan ketika kita sering memeriksanya sebelum tuntas menuliskannya.
Nah, itulah lima cara sederhana saya, dalam mengatasi kebuntuan ketika menulis. Dan rata-rata saya berhasil mempraktekkannya. Selamat mencoba.
#30harimenulis
#hari1
#onedayonepost
#postematik

Super Green Food, Si Mini dengan Banyak Manfaat

                 
          Sumber gambar : google.com
Kita pasti pernah mendengar pepatah yang mengatakan bahwa kesehatan itu mahal harganya. Pepatah tersebut seratus persen benar adanya. Coba bayangkan kembali ketika tubuh terasa sakit, kita pasti mengeluarkan sejumlah biaya untuk berobat. Terlebih ketika penyakit tersebut tergolong berat, sehingga  harus dirawat di rumah sakit, tentunya biaya yang dikeluarkan  jauh lebih besar lagi. 
Dan tanpa kita sadari jumlah dan jenis penyakit yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini,  semakin beragam dan meningkat. Jika kita tak melakukan  upaya untuk menjaga kesehatan, yakinlah bahwa cepat atau lambat tubuh akan terserang berbagai macam penyakit.
Ada beberapa upaya yang  dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh seperti :
Berolahraga. Kesibukan yang  seolah tak pernah berhenti, membuat seseorang tidak mempunyai banyak kesempatan untuk berolahraga. Jangankan melakukan olahraga berat. Sekedar berjalan kaki atau menaiki tangga saja,  sudah malas melakukannya,  akibat terlalu lelah dengan aktivitas sebelumnya. Padahal olahraga adalah salah satu kegiatan  murah meriah, dalam rangka menjaga kesehatan tubuh.
Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan sehat. Sering-seringlah mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur,  yang terbukti sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Perbanyak pula mengonsumsi air putih yang bermanfaat  menghindari dehidrasi dan menjaga kesegaran tubuh. 
Hindari makanan cepat saji dan mengandung pengawet. Kesibukan dan gaya hidup modern menyebabkan seseorang lebih cenderung mengonsumsi makanan cepat saji, instant dan mayoritas mengandung bahan pengawet. Itulah yang menjadi penyebab banyaknya penyakit berbahaya bersarang dalam tubuh. Untuk itu agar supaya tetap memiliki tubuh sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya, maka usahakan sedapat mungkin menghindari makanan instant, cepat saji, serta berpengawet.
Konsumsi vitamin dan suplemen kesehatan. Tak bisa dipungkiri bahwa vitamin dan suplemen kesehatan,  juga memiliki andil dalam memelihara kesehatan tubuh. Adapun vitamin dapat diperoleh dari konsumsi buah dan sayur. Ada pula yang sudah diekstrak dalam bentuk kapsul atau pil, sehingga mudah dikonsumsi.
Terkait dengan vitamin dan suplemen kesehatan, beberapa waktu lalu seorang teman merekomendasikan tentang Super Green Food,  yang menurutnya sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Nah,  apakah Super Green Food itu?
Super Green Food adalah suplemen kesehatan yang diperkenalkan oleh PT KK Indonesia. Salah satu perusahaan  yang memasarkan produk-produk kesehatan berbasis Multi Level Marketing. 
Super Green Food berbentuk tablet berukuran kecil,  berwarna hijau,  serta merupakan perpaduan antara dua jenis alga,  yaitu Chlorella Sorokiniana dan Spirulina Platensis yang mengandung protein dan zat bergizi lainnya. Kandungan lain yang terdapat di dalamnya adalah,  ekstrak PPARs, Chlorella Growth Factor (CGF), Pikosianin, Klorofil dan Polifenol.
Adapun perbandingan gizi yang terdapat dalam 10 tablet Super Green Food dengan bahan makanan lain adalah sebagai berikut : 
Vitamin B12 nya setara dengan 20 potongan sedang ikan tuna,  dan 42 potongan sedang daging sapi.
Zat besinya setara dengan 25 buah pisang dan 3 mangkuk kangkung.
Vitamin B1 nya setara dengan 4 potong besar tahu, 2 mangkuk bayam,  dan 2 sampai 5 buah nanas.
Vitamin B2 nya setara dengan seperempat kilogram udang, dan 7 mangkuk kacang panjang.
Vitamin E nya setara dengan setengah kilogram kacang tanah dan 12 kilogram telur.
Vitamin A nya setara dengan 15 gelas susu segar dan 9 potong semangka.
Asam folatnya setara dengan 10 kilogram jeruk mandarin dan 5 mangkuk bayam.
Super Green Food sendiri secara umum memiliki manfaat sebagai berikut :
Membantu proses perbaikan atau regenerasi sel-sel tubuh yang rusak.
Memelihara daya tahan tubuh dan membantu memperkuat kekebalan tubuh.
Sangat baik untuk kesehatan organ tubuh lainnya seperti pencernaan, syaraf, liver, pankreas dan lain-lain.
Cara mengonsumsinya sebagai berikut :
Sebaiknya dikonsumsi satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan.
Apabila mengonsumsi obat dokter, sebaiknya diminum satu jam sebelumnya.
Jika mengonsumsi vitamin lain, sebaiknya beri jeda waktu 30 menit sebelum atau setelah minum Super Green Food.
Untuk jarak waktu mengonsumsinya dapat dijelaskan sebagai berikut :
Apabila digunakan untuk pencegahan suatu penyakit, Super Green Food ini dapat dikonsumsi terus menerus.
Namun ketika digunakan untuk membantu mengurangi masalah kesehatan, cobalah untuk mengonsumsinya dalam jangka waktu 3 bulan atau lebih. Setelah sembuh dapat dilanjutkan dengan dosis pencegahan penyakit.
Penjelasan tentang dosis dan cara mengonsumsinya : 
Untuk dewasa dengan kondisi tubuh sehat 5-10 tablet. Sedangkan untuk kondisi sakit 10-20 tablet.
Untuk anak-anak kondisi tubuh sehat 3-5 tablet. Sedangkan untuk kondisi tubuh sakit antara 5-10 tablet.
Dan cara mengonsumsinya dibagi dalam 2 atau tiga kali pemberian.
Nah, itulah gambaran tentang Super Green Food. Si mini yang sangat baik dalam memelihara kesehatan tubuh,  dan mencegah penyakit. Semoga bermanfaat.
#onedayonepost
#nonfiksi
#reviewproduk

Jadilah Pribadi yang Dewasa dengan Menikah

                               
Saya sebenarnya,  termasuk orang yang kurang menggemari tayangan gosip selebriti di stasiun televisi. Tetapi entah mengapa,  beberapa hari ini mata saya tertumbuk  pada berita televisi,  yang menginformasikan berita cukup viral dalam dua pekan ini.
Dan berita viral tersebut terkait pernikahan sepasang anak manusia. Putri dari seorang pengacara terkenal, dengan pria yang menurut saya,  memiliki kelebihan dalam pengetahuan agama. Menikah di usia muda,  yang tak semua orang sanggup melakukannya. Namun sayangnya pernikahan tersebut,  harus menghadapi kenyataan pahit. Biduk rumah tangga mereka harus terhempas di tengah jalan. Di usia pernikahan yabg baru menginjak usia tiga bulan.
Tak ayal lagi berita karamnya pernikahan dua anak muda itu,  mendadak menjadi viral di semua stasiun televisi. Dalam waktu singkat meledak, menarik perhatian banyak orang untuk berkomentar, mencibir, simpati dan entah apa lagi yang mereka utarakan.
Alhasil pihak-pihak yang terlibat di dalamnya menjadi berseteru, saling mencaci dan membenci. Bukannya mencari jalan keluar terbaik untuk mengatasi masalah besar ini, tetapi justru saling mengumbar aib masing-masing.
Pada dasarnya menikah di usia muda adalah pilihan hidup seseorang. Jika ia merasa siap mengarungi bahtera rumah tangga beserta segala konsekuensinya, maka menikah menjadi satu  hal yang baik,  dalam menghalalkan hubungan dengan lawan jenis. Namun tidak semua orang mampu melakukan dan melewatinya. Mayoritas tak tahan dengan dahsyatnya ujian dalam rumah tangga, dikarenakan masih mengedepankan ego masing-masing.
Sejatinya rambu-rambu apa sih,  yang perlu direnungkan oleh setiap pasangan yang menikah,  agar rumah tangganya berjalan baik dan bahagia?
  1. Saling menghormati. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah saling menghormati. Hormatilah pasangan yang mungkin memiliki perilaku,  atau kebiasaan yang berbeda. Sepanjang perilaku atau kebiasaannya itu  tidak mengganggu orang lain. Akan tetapi jika sebaliknya,  maka boleh saja mencoba mengubah perilaku tersebut. Tentunya dengan cara yang baik, dan tak menyinggung perasaan. Pihak yang diberi masukan pun harus bisa menerima kritik dan saran,  jika memang hal itu demi sebuah perbaikan.
  2. Perlakukan sesuai posisi. Ada beberapa posisi dalan kehidupan rumah tangga. Yaitu ayah sebagai kepala keluarga. Ibu sebagai ibu rumah tangga, juga anak-anak. Sebagai kepala keluarga, seorang ayah harus berusaha memenuhi semua kebutuhan dalam keluarga. Sehingga ia harus bekerja keras untuk mewujudkannya. Sedangkan  ibu bertanggung jawab dalam mengurus rumah, merawat anak,  serta melayani suami. Akan tetapi ada kalanya seorang suami tak bisa lagi memenuhi kewajibannya. Misalnya dikarenakan sakit,  atau tidak bekerja. Meskipun demikian semua anggota keluarga tetap harus memperlakukan ayah,  sebagai seorang imam dan  kepala keluarga. Jangan serta merta meremehkannya, karena apapun yang terjadi ia tetaplah pemimpin  dalam keluarga.
  3. Saling melengkapi. Manusia adalah ciptaan Yang Mahakuasa  dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Sebagai sepasang manusia yang telah memutuskan untuk hidup bersama selamanya, maka hendaklah selalu menerima apapun kelebihan dan kekurangan pasangan. Lengkapi dan terima bagian yang kurang,  dan syukuri kelebihannya, agar rumah tangga terhindar dari rasa kurang bersyukur, terhadap semua yang telah diberikan.
  4. Tutupi aib. Fenomena yang terjadi saat ini, bahwa semua orang mudah sekali menceritakan seluruh isi hatinya melalui media sosial. Entahlah apa yang menjadi tujuannya. Apakah ingin menarik perhatian  orang lain, atau hanya sekedar ingin eksis atau pencitraan. Akan tetapi sungguh bukan hal yang bijak,  ketika rumah tangga yang sedang bermasalah, seketika itu juga diungkapkan dalam bentuk curahan hati di media sosial. Hal ini justru memancing suasana bertambah keruh. Bukan tidak mungkin orang lain akan semakin menghujat dan menyalahkan. Alhasil masalah tidak akan selesai, tetapi justru menambah persoalan baru yang belum tentu ada penyelesaiannya.
  5. Kedepankan solusi. Hal kelima yang harus diperhatikan adalah kedepankan solusi. Sebagai manusia kita pasti memiliki ego dalam mempertahankan pendapat. Terlebih jika masing-masing merasa benar dengan pendapatnya tersebut. Namun perlu disadari bahwa pendapat tersebut,  tidak selamanya merupakan solusi dari suatu permasalahan. Sehingga perlu meredam diri untuk tak memaksakan kehendak. Diperlukan satu kesadaran, bahwa menghadapi masalah adalah dengan mencarikannya solusi terbaik, yang mampu memuaskan semua pihak. Meskipun hal itu bukanlah berasal dari pendapat yang kita kemukakan.
Mengarungi biduk rumah tangga merupakan salah satu cara untuk membuat pribadi menjadi lebih dewasa. Tak ada salahnya membina rumah tangga di usia muda. Asalkan memiliki kesiapan lahir dan batin, untuk menghadapi semua permasalahan. Jadi menikah di usia muda, why not?
#onedayonepost
#nonfiksi
#artikelviral

Film Sleepers, Gambaran Kelam Kehidupan di Balik Penjara

                          
              Sumber gambar :google.com
Sebagai seseorang  berkepribadian sedikit melow, jujur saya termasuk orang yang mudah menangis. Terlebih ketika membaca buku atau menonton film. Namun meskipun mudah sekali terbawa perasaan, tetap saja saya menyukai buku, atau film dengan genre drama yang menguras air mata.
Terkait film, salah satu yang sampai sekarang membekas di hati saya adalah Sleepers. Film ini tergolong  edisi lama, karena rilis di tahun 1996, semasa saya kuliah. Dan jujur film ini saya masih ingat betul jalan ceritanya.
Film yang disutradarai oleh Barry Levinson ini, diangkat dari kisah nyata seorang  Lorenzo Carcatera. Penulis buku yang juga menjadi judul film ini.
Film Sleepers ini selain jalan ceritanya mengharukan, tak bisa dipungkiri bahwa daya tarik film ini,  juga terletak pada para pemerannya yang terkenal sebagai aktor watak, dan pernah meraih Piala Oscar, yaitu penghargaan tertinggi insan perfilman dunia. Katakanlah seperti Robert de Niro dan Dustin Hoffman.
Berkisah tentang empat orang anak bernama Michael, Shakes, John dan Tommy yang tinggal di kawasan kumuh bernama Hell Kitchen. Kehidupan  di lingkungan serba keras, membuat mereka sering berbuat kenakalan-kenakalan khas remaja.
Dan tak disangka kenakalan yang diperbuat  hari itu,  membawa mereka dalam peristiwa yang mengerikan. Empat anak tersebut mencuri sebuah gerobak penjual hot dog,  dan membawanya kabur. 
Ketika melewati sebuah belokan jalan, mereka tak bisa menahan laju gerobak. Gerobak itu terlepas dari kendali mereka, dan menabrak seorang kakek tua. Akibatnya kakek tersebut mengalami cedera cukup parah. Alhasil mereka pun menjalani masa hukuman dalam penjara anak-anak. 
Selama di dalam penjara, sejatinya mereka berempat menyesal, dan berharap mendapatkan bimbingan untuk menjadi lebih baik. Tetapi faktanya justru mereka mendapatkan kenyataan pahit.
Mereka harus menghadapi kekejaman seorang sipir penjara bernama Sean Nokes. Hampir setiap hari mereka mendapatkan perlakuan kejam dan tak senono,  dari Sean Nokes termasuk perkosaan. Hingga akhirnya memberikan trauma mendalam bagi empat anak remaja ini.
Beberapa tahun kemudian mereka bebas dari penjara tersebut. Waktu terus berlalu. Mereka pun tumbuh semakin dewasa dan memilih jalan hidup masing-masing.
Michael memilih berkarir sebagai seorang jaksa negara.  Shakes bekerja sebagai wartawan. Sedangkan  John dan Tommy memilih jalan menjadi anggota geng jalanan.
Suatu ketika John dan Tommy bertemu kembali dengan Sean Nokes yang sedang mabuk di sebuah cafe. Mereka teringat kembali dengan trauma  masa lalu. Hingga akhirnya  dengan gelap mata, mereka berdua menghabisi nyawa Sean Nokes demi membalaskan dendam.
Akibatnya John dan Tommy kembali terancam hukuman penjara. Cobaan  bagi persahabatan mereka berempat harus diuji manakala dalam kasus tersebut, Michael bertindak sebagai jaksa, yang bertugas membuktikan kejahatan  mereka berdua.
Namun sejatinya Michael tak ingin kedua sahabatnya ini, kembali mendekam dalam penjara. Berdua dengan Shakes ia mencari seorang pengacara untuk membantu sahabatnya ini. Pengacara tersebut akhirnya mereka temukan. Pengacara yang sering mabuk-mabukan, namun terkenal sangat pintar.
Di masa penentuan persidangan dan pengambilan keputusan, akhirnya John dan Tommy terbebas dari segala hukuman,  berkat bantuan seorang pendeta,  yang selalu menjadi tempat mereka mencurahkan isi hati  sejak kecil. Pendeta itu rela berbohong dan melanggar sumpahnya dengan mengatakan bahwa pada saat kejadian, John dan Tommy sedang menonton pertandingan baseball bersamanya. Pendeta tersebut melakukannya   demi menyelamatkan John dan Tommy, karana sangat yakin mereka berdua sebenarnya, tak memiliki niat membunuh sipir penjara tersebut.
Harus diakui film ini sangat menguras air mata. Terlebih para pemerannya sangat pas memerankan tokoh-tokoh  di dalamnya.
Robert de Niro yang berperan sebagai pendeta, teman terbaik empat sekawan tersebut, sangat pas memerankan sosok orang  bijak.
Sedangkan Dustin Hoffman, aktor yang pernah memenangkan Piala Oscar, juga terlihat sangat menjiwai perannya sebagai pengacara pemabuk,  tetapi sangat cerdas menelaah sebuah kasus.
Selain Robert de Niro dan Dustin Hoffman, ada pula si tampan Brad Pitt yang berperan sebagai Michael si jaksa negara.  Jika saya ingat kembali sepertinya inilah awal karir seorang Brad Pitt berperan dalam sebuah film,  sebagai salah satu tokoh utama.
Si bengis Sean Nokes sangat cocok diperankan oleh Kevin Bacon. Dari garis wajahnya  yang keras, saya sampai benar-benar terpengaruh dan beranggapan, bahwa ia memang memiliki watak yang kejam.
Film ini pun diramaikan oleh kehadiran aktor Jason Patric,  yang berperan sebagai Shakes si wartawan, serta Minnie Driver yang berperan sebagai Carol, satu-satunya sahabat perempuan, yang selalu memberikan perhatian pada empat sahabat ini.
Meskipun tergolong lama, namun film ini mampu memberikan kesan mendalam di hati saya hingga saat ini. Menurut saya film ini memiliki kualitas, dan pembelajaran yang sangat baik. Bahwa apapun dan bagaimanapun kehidupan yang dijalani, tetaplah menjadi orang baik. Jangan sekali-kali mencoba bermain api. Karena hal itu cepat atau lambat,  akan membawa diri menuju jurang kehancuran.
#onedayonepost
#nonfiksi
#review film